Selasa, 13 Maret 2012

halimun

11 januari 2012 melahirkan cerita
Cerita indah yang hadir ditengah perihnya luka
Cerita yang penuh keajaiban walau hanya sepihak
Cerita yang mampu mempertemukan dua sahabat lama
Cerita yang penuh warna dalam ingatan, berbunga di dalam hati, dan menggembirakan di pikiran

Seperti aku merasakan semangat hidup yang baru
Bahkan cerita itu mampu menjadi kenangan walau hanya singkat terjadinya
Ya, hanya singkat….
Karena aku harus segera melupakan cerita itu
Masih melekat sekali di dalam ingatan bagaimana aku langsung jatuh ketika pertama kali menatap matamu di halte itu

Saat itu aku diliputi tanya, tanya ingin tahu siapa dirimu
Karena rasa ingin tahu ku yang begitu besar seminggu kemudian aku menghampiri kembali dirimu dan minggu – minggu berikutnya
Sampai aku pernah membuntutinya sampai dia turun bus di dekat rumahnya, sebelumnya saya berlari untuk mengejar bus itu

Bagi saya, itu adalah sebuah masa tersendiri yang hadir di kehidupan saya
Sebuah kenangan yang tercipta, karena memang indah sekali senyumnya
Namun itu hanya terjadi sepihak
Hanya terjadi pada diriku, tidak dirinya
Bahkan saya rasa dia mulai terganggu dengan kehadiran saya, walaupun untuk menyapanya saja saya belum pernah karena takut dan malu
Bahkan ketika saya dekati dia melalui dunia maya, walau belum sempat 1 huruf pun saya sapa dia
Dia sudah menunjukan penolakan – penolakan
Entah hanya perasaan saya atau sungguhan

Yang  jelas seperti di awal, aku tak ada di dunianya, dan dia tak ada di duniaku
Aku tak ingin masuk dan mengganggu kehidupanya
Biar semua itu seperti awal mula
Dan biarkan aku tetap menjadi manusia yang malang
Agar aku dapat terus untuk menulis
Aku akan berjalan jauh mencari cerita – cerita sedih lain yang akan aku tulis





For u wanita halte halimun

Rabu, 11 Januari 2012

Halimun Jakarta Selatan, 11 Januari 2012

Seraut wajah membuat ku terpana
Pada siang selintas, mentari di ujung mega

Seraut wajah membuat ku terpana
Entah karena rambutnya yang panjang itu
atau senyumanya yang manis itu

Seraut wajah membuat ku terpana
Memaksa mencari makna
Bagai cinta tak terlacak, di bait-bait acak

Halimun Jakarta Selatan, 11 Januari 2012

By Septo Isdi Saputro

Sabtu, 07 Januari 2012

Seekor Burung Yang Ku Lepas

setalah beberapa langkah aku telah mengerti
burung tercipta dengan sayap untuk menjelajahi dunia
jika ada burung dalam sangkar , walaupun sangkar itu melindingi dirinya dan memberikan kecukupan
burung lebih memilih tertembus peluru suatu saat ketika dia terbang bebas

aku bangga sudah menepati janjiku
janji yang dulu terucap tulus dari dasar hati
mengorbankan kepergian mu, merelakan kau terbang dan hinggap di mana saja

jika suatu saat ada angin selatan yang berhembus
membuat mu mencium kembali bau - bau masalalu tentang diri ku
tersenyumlah. . anggap aku lah dasar dari semuanya

namun aku sudah bukan pemilik mu lagi
jangan kau ikuti bau - bau angin itu lagi
terbanglah. .
jangan kembali pulang. .
simpan semua itu di udara paru - paru mu
jangan masukan udara itu ke memory

sebab disini aku sudah tak ingin memelihara seekor burung lagi
yang aku inginkan adalah seekor anjing yang setia,
dapat dipercaya,
penuh kasih sayang
dan tentunya aku tak perlu menrantai atau mengurungnya.


by septo isdi saputro (2011)